- Tujuan : Pakan cukup gizi dan disukai ayam buras
- BAHAN DAN ALAT : Bahan pakan yang mudah didapat
- PEDOMAN TEKNIS
- Penyusunan ransum anak ayam
Susunan ransum anak ayam untuk 100 kg adalah sebagai berikut :
- jagung giling 43 kg, dedak halus 35 kg, bungkil kedelai
10 kg,
- tepung ikan 8,5 kg, kalsium karbonat 3,5 kg, garam
0,1 kg dan
- premix A 0,4 kg.
- Kandungan zat-zat nutrisi tersebut diatas adalah protein
kasar 19,4% dan energi metabolis 2537 kkal/kg.
- jagung giling 43 kg, dedak halus 35 kg, bungkil kedelai
10 kg,
- Susunan ransum ayam buras periode produksi
Ransum campuran yang terdiri dari 3 bagian pakan komersil, 6 bagian dedak halus dan 4 bagian jagung giling ditambah grit dan vitamin B-12 (sistem intensif)
- Susunan ransum ayam dara umur 12-20 minggu
Ada 4 jenis ransum ayam buras. Salah satunya adalah jagung giling 41 kg, dedak halus 53 kg, tepung ikan 2 kg, bungkil kedelai 0,9 kg, tepung tulang 0,8 kg, kalsium karbonat 1,75 kg, premix A 0,25 kg, garam 0,2 kg dan lisin 0,1 kg. Kandungan zat nutrisi ransum ayam dara adalah sebagai berikut : protein kasar 10-14%, energi metabolis 2700 kkal/kg ransum.
- Susunan ransum ayam betina dewasa
Susunan ransum ayam betina dewasa untuk 100 kg adalah sebagai berikut :- jagung giling 28,2 kg, dedak halus 58,5 kg, tepung
ikan 6,3 kg, kalsium
- karbonat 6,5 kg, garam 0,2 kg dan premix A 0,3 kg.
Kandungan zat nutrisi tersebut diatas adalah protein kasar
15% dan energi metabolis 2312 kkal/kg.
- jagung giling 28,2 kg, dedak halus 58,5 kg, tepung
ikan 6,3 kg, kalsium
- Cara pencampuran sebaiknya dilakukan secara bertahap. Pencampuran
dilakukan untuk kebutuhan satu minggu untuk menghindari makanan
berjamur.
- Cara pemberian untuk ayam muda - dewasa dilakukan 2 kali
sehari (pagi dan sore) berkisar 70-100 gram/ekor/hari. Untuk
anak ayam umur 1 hari-12 minggu ransum dan air harus tersedia
setiap saat dan tidak terbatas jumlahnya. Hindari pemberian
ransum yang berlebihan agar ransum tidak terbuang dan berjamur.
- Penyusunan ransum anak ayam
- SUMBER
Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001
Ayam Kampung Samboja
di Balikpapan Kalimantan Timur
Senin, 24 Februari 2014
Contoh Formulasi Pakan Ayam Buras
Catatan Tentang Ransum Ayam Kampung
Ransum ayam kampung dapat dicampur sendiri dengan bahan seperti bekatul/dedak halus, konsentrat bebek (144) dan jagung giling dengan perbandingan 4:1:5 untuk fase finisher
Ransum finisher campuran bekatul : konsentrat: jagung = 4 : 1 : 5
Pakan finisher tidak terlepas dari pakan starter. jd kalau starternya bagus hasilnya juga bagus. starter tuk pertumbuhan selama 30 hari ( dr umur 1 - 30 hr)
starternya dari 1 - 30 hari dengan pakan pabrik jangan yg mahal yg hrg 6 rb aja per kg. dari 31 - panen dengan pakan finisher, campur bekatul + jagung giling + konsentrat bebek 144
Pemberian pakan diberikan dlm keadaan kering (pakan tidak basah) karena kalau tidak habis akan basi dan berjamur sehingga bisa menimbulkan penyakit.
Masa starter diberikan secara adlibitum (di full) jd kalau kosong isi tp kasihnya jangan sekaligus.
Masa finisher kasih pakan full sampai jam 12 siang, terus kosongkan dan nanti jam 3 isi lg sampai habis. malam jangan dikasih makan biar ayam istirahat. dari jam 12 siang - 3 sore pakan kosong tp air harus full. jam 12 dikosongkn tuk menghindari stres panas
Perlakuan Ayam kampung berbeda dengan Ayam broiler, klu pakan finisher untuk broiler protein 18-20% dan energi 2800-3000 kkl tetapi untuk ayam kampung dgn protein 13 % dan energi 2600 kkal kebutuhan hidupnya sudah terpenuhi. Sehingga kalau diberikan pull pakan pabrik akan ada pemborosan karena pertambahan berat badan lambat. sehingga cukup ekonomis dengan campuran konsentrat 15 % bekatul 35 % dan jagung 50 %
Minggu, 23 Februari 2014
Vaksin Flu Burung
Umur ayam 4 s/d 5 hari di vaksin h5ni / h1a untuk mencegah flue
burung. contoh vaksin suntik h5ni plus dengan harga 300 ribu dalam kemasan ukuran 500 ml
utk ayam 2500.ayam aman dripda kena flu rugi puluhan juta
Snot/Coryza Pada Ayam
Snot/Coryza
Disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit ini biasanya menyerang ayam akibat adanya perubahan musim. Perubahan musim biasanya mempengaruhi kesehatan ayam. Snot banyak ditemukan di daerah tropis. Penyakit ini menyerang hampir semua umur ayam. Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30% tetapi angka morbiditas atau angka kesakitannya mencapai hingga 80%. Snot bersifat kronis, biasanya berlangsung antara 1-3 bulan. Ayam betina berumur 18-23 minggu paling rentan terhadap penyakit ini. Namun menurut banyak pengalaman , ayam berumur kurang dari 16 minggu mempunyai angka kematian yang cukup tinggi jika terkena penyakit ini. Sedangkan ayam yang sedang bertelur dapat disembuhkan tetapi produktivitas telur menurun hingga 25%. Penularan Snot dapat melalui kontak langsung, udara, debu, pakan, air minum, petugaskandang dan peralatan yang digunakan.
Gejala penyakit Snot pada ayam adalah sbb:
- ayam terlihat mengantuk, sayapnya turun
- keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas
- muka dan mata bengkak akibat pembengkakan sinus infra orbital
- terdapat kerak dihidung
- napsu makan menurun sehingga tembolok kosong jika diraba
- ayam mengorok dan sukar bernapas
- pertumbuhan menjadi lambat.
Pengobatan
Dapat diberikan adalah preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole, dengan antibiotika seperti Ultramycin, imequil atau corivit.
Sedangkan pengobatan tradisional adalah memberikan perasan tumbukan jahe, kunir, kencur dan lempuyang. Air perasan ini dicampurkan pada air minum. Sedangkan ampasnya kami campurkan pada sedikit pakan. Selain ramuan ini menghangatkan tubuh ayam, ramuan ini juga berkhasiat untuk menambah napsu makan ayam.
Selain memberikan obat yang diberikan bersama dengan air minum, dapat juga memberikan obat secara suntikan pada ayam yang sudah parah. Obat yang kami berikan adalah Sulfamix dengan dosis 0.4 cc/kg BB ayam. Hal lain yang perlu dilakukan karena penyakit ini mempunyai penularan yang sangat cepat dan luas, ayam yang terkena Snot harus sesegera mungkin dipisahkan dari kelompoknya.
Upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini.
Jumat, 14 Februari 2014
Pencegahan Penyakit Musim Penghujan
Curah hujan tinggi memicu munculnya banyak penyakit. Yang paling sering
adalah gangguan saluran pernafasan seperti Snot/Coryza, CRD, Coli dan
outbreak Gumboro.
Sebenarnya banyak kasus pernafasan yang penyebabnya sederhana namun kurang diperhatikan. Contohnya sirkulasi udara yang kurang baik, terutama pada musim penghujan, kelembaban udara yang tinggi dan angin mati menyebabkan kotoran basah. Kadar amoniak jadi naik.
Amoniak menjadi faktor utama penyakit pernafasan dan pengobatan yang tidak kunjung sembuh. Pengobatan antibiotik bisa jadi kurang mempan dan sering disalahartikan dosis yang kurang dan kadang ada juga peternak nekat yang memeberikan antibiotik dengan dosis double.
Gumboro juga menjadi isu di bulan ini. litter basah, penutupan kandang yang berlebihan karena takut ayam kedinginan kena pilek malah mengakibatkan sirkulasi udara berkurang, sehingga kadar CO2 dalam kandang meningkat. Amoniakpu meningkat pula. Alhasil, Gumboro terjangkit.
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk menanggulangi permasalahan tersebut.
Sebenarnya banyak kasus pernafasan yang penyebabnya sederhana namun kurang diperhatikan. Contohnya sirkulasi udara yang kurang baik, terutama pada musim penghujan, kelembaban udara yang tinggi dan angin mati menyebabkan kotoran basah. Kadar amoniak jadi naik.
Amoniak menjadi faktor utama penyakit pernafasan dan pengobatan yang tidak kunjung sembuh. Pengobatan antibiotik bisa jadi kurang mempan dan sering disalahartikan dosis yang kurang dan kadang ada juga peternak nekat yang memeberikan antibiotik dengan dosis double.
Gumboro juga menjadi isu di bulan ini. litter basah, penutupan kandang yang berlebihan karena takut ayam kedinginan kena pilek malah mengakibatkan sirkulasi udara berkurang, sehingga kadar CO2 dalam kandang meningkat. Amoniakpu meningkat pula. Alhasil, Gumboro terjangkit.
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk menanggulangi permasalahan tersebut.
- Kuncinya terletap pada rasa nyaman ayam. Segera cek kadar amoniak di kandang. Pastikan kita sendiri merasa betah dalam kandang, baru ayam juga nyaman.
- Apabila kandang terlalu tertutup, bisa dibuat sistem multi level tirai. Tirai paling luar sebagai pengatur intensitas aliran udara yang masuk ke kandang. Diatur bukaannya agar malam hari kandang tetap mendapat sirkulasi oksigen yang cukup. Tirai bagian dalam sebagai penutup utama. Gunanya mencegah angin langsung terkena ayam dan menjaga suhu brooding. Pastikan ada ventilasi cukup untuk pergantian oksigen dari areal dalam brooding dan ruang antara tirai.
- Segera atasi litter yang basah. JANGAN DITUNDA.
- Pastikan pemanas cukup pada siang dan malam.
- Gunakan probiotik untuk membantu menjaga daya tahan tubuh ayam.
- Apabila pengobatan menggunakan antibiotik, harus sesuai dosis. Dimulai dari pemberian secara individu (bisa menggunakan injek atau kaplet), apabila sakit menyebar banyak bisa menggunakan pengobatan air minum.
- Pemberian antibiotik dan vitamin berlebihan dapat membebani fungsi hati dan ginjal.
Mencegah kematian minggu awal DOC
Seringkali keluhan peternak adalah tingginya tingkat kematian DOC di minggu awal pemeliharaan.
Kalau dilihat, kematian tersebut rata2 disebabkan oleh penanganan yang kurang tepat dan bibit yang kurang sehat.
- Segera
beri larutan elektrolit/gula, vitamin, dan ANTIBIOTIK pada 3 hari awal
kedatangan DOC. Di sini antibiotik dibutuhkan untuk mengobati DOC dari
penyakit bawaan penetasan seperti, berak kapur, omphalitis (pusar belum
terserap), dll. Untuk antibiotik dapat menggunakan jenis ENRO atau jenis
AMOXITIN, yang penting dapat mengcover penyakit tersebut.
- Pemanas HARUS cukup! Amati keadaan DOC pada pagi, dan MALAM hari. Seringkali peternak luput dalam pengamatan pada malam hari. Pastikan pada malam hari kondisi DOC tidak berkumpul di satu titik.
- Gunakan pakan jenis STARTER (protein tinggi) yang berkualitas. Karena pakan yang berkualitas mengandung gizi dan vitamin yang cukup untuk daya tahan DOC.
Rabu, 12 Februari 2014
Masalah Kutil Pada Paruh DOC
Mari kita telusuri penyebabnya.
1.Tanda-tanda
Pada awalnya paruh ayam sekitar hidung atau pangkal paruh akan terlihat
berdarah atau kemerah-merahan. Jika dibiarkan atau berlanjut akan
mengeluarkan darah. Darah ini kemudian membeku dan membentuk gumpalan
kasar di area paruh bagian tengah pada pangkalnya.
2. Penyebab.
a. Penyakit
Jika dari tanda-tanda tersebut merupakan penyebab dari penyakit, maka
sebabnya adalah parasit pada ayam. Parasit ini sering terjadi 1 atau 2
tahun sekali dalam semusim. Anak ayam yang diumbar atau dibesarkan
induknya rata-rata 70% ke atas anak ayam mengalami hal serupa. Biasanya
adalah pengaruh cuaca dan virus parasit. Penyakit ini tidak berbahaya
dan akan hilang dalam usia 2 bulan. Penyakit ini jarang sekali menyerang
ayam dewasa atau induk. Bisa dikatakan ayam usia lebih dari 3 bulan
jarang sekali terkena.
b. Kandang
Jika masalah ini terjadi pada sebagian kecil anak ayam, misal dari 100
koloni hanya menyerang 10 ekor maka penyebabnya adalah masalah kandang.
Apakah kandang DOC anda memakai strimin di setiap sisinya? Jika iya,
itulah masalahnya. Pengalaman kami adalah ayam mengejar nyamuk atau
benda/makhluk terbang dan ingin mematuknya, sehingga paruh ayam akan
'nyangkut' di setiap lubang strimin. Setelah pendarahan biasanya terjadi
gumpalan seperti kutil pada paruhnya.
Bisa juga karena kandang terlau banyak kawat berkarat, kayu yang kurang
halus, paku, bambu yang belum diraut dll dapat menyebabkan masalah ini.
3. Mengobati
Untuk pengobatan karena masalah ini saya rasa tidak begitu besar maka
hanya saya biarkan begitu saja. Namun jika ingin diobati adalah memakai
obat alami pun dapat dilakukan seperti menggunakan batang daun iodium,
atau menggunakan obat merah.
4. Pencegahan/Tips
Setelah kami mengalami kejadian seperti masalah kutil di atas kami tidak
lagi menggunakan strimin sebagai kandang DOC. Sebagai gantinya kami
menggunakan benda atau sekat tertutup seperti kardus, triplex, plastik
dll yang tidak ada lubang di area dinding kandang DOC.
Langganan:
Komentar (Atom)
