Selasa, 11 Februari 2014

Penyakit Snot


Snot atau coeryza adalah penyakit pada ayam yang sering terjadi ,penyakit ini disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Snot dapat menyerang ayam dalam semua umur namun lebih mudah menyerang anak ayam. Penyakit snot biasanya muncul pada saat perubahan musim dan banyak ditemukan di daerah tropis. Kematian ayam yang disebabkan oleh penyakit snot mencapai 30%.
Karakter dari Bakteri Haemophillus gallinarum hanya dapat bertahan diluar induk semang tidak lebih dari lebih dari 12 jam. Penularan penyakit Snot atau coryza dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit juga dapat melalui udara, debu, pakan, air minum, petugas kandang dan peralatan yang digunakan.

Gejala Ayam Terkena Snot

- Ayam yang terserang penyakit snot menunjukkan pengeluaran cairan air mata,
- Ayam terlihat mengantuk dengan sayapnya turun atau menggantung
- Keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas
- Pembengkakan didaerah sinus infra orbital -
- terdapat kerak dihidung
- nafsu makan menurun
- ayam mengorok dan sukar bernapas
- pertumbuhan menjadi lambat.

Mencegah Penyakit Snot

Pada dasarnya penyakit Snot bisa dicegah dengan sanitasi kandang yang baik. Mengendalikan penyakit snot lebih baik dengan melakukan pencegahan . Agar ayam bebas dari snot usahakan selalu menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini. Selain itu penting dilakukan vaksinasi Coeryza untuk mencegah penyakit snot. Hindarkan pula memelihara ayam dengan umur yang berbeda dalam satu kandang.
penyakit-ayam
Salah Satu Tanda Ayam Terserang Penyakit

Mengobati Penyakit Snot

Jika ayam terlanjur terkana penyakit snot, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengisolasi ayam yang terkena penyakit tersebut. Selanjutnya obati dengan berbagai macam obat snot yang banyak tersedia di pasaran. Pengobatan dengan Sulfathiazole cukup efektif mengatasi Coryza. Apabila tidak ditemukan preparat ini bisa digunakan sulfamethazine, sulfamerazine atau erythromycin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar