Selasa, 11 Februari 2014

Khasiat Bawang Putih sebagai Obat Cacing Pada Ayam Kampung

Bawang putih (Allium sativum) merupakan tanaman umbi yang termasuk ke dalam keluarga Amaryllidaceae.(Farrel,1985) Bawang putih yang ada di Indonesia berasal dari daerah Kirgiztan, Asia Barat yang kemudian tumbuh menyebar ke Mesir, Perancis bagian Selatan, Italia dan Sisilia.
Walaupun bawang putih mempunyai bau yang khas sehingga kurang disukai sebagian orang, bawang putih banyak manfaatnya bagi manusia diantaranya berkhasiat sebagai penurun kadar kolesterol karena mengandung zat ajoene, (senyawa yang bersifat antikolesterol dan membantu mencegah penggumpalan darah),
Menurut Reynold (1982) dari bawang putih dapat diekstrak menjadi air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin B komplek, vitamin C, mineral kalsium (Ca), fosfor (P), magnesium (Mg) dan kalium (K), serta zat-zat aktif yang meliputi:
  1. allicin (thiopropen sulfinic acid allyl ester) yaitu senyawa yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah serta bersifat antibakteri,
  2. skordinin yang memberi bau yang tidak sedap pada bawang putih, tetapi senyawa ini berkhasiat sebagai antiseptik,
  3. alliil (propenyl alanina) yang memberi bau khas pada bawang putih dan juga berfungsi sebagai antiseptik dan anti oksidan,
  4. saponin yang dapat menyebabkan sel-sel cacing menjadi terhidrolisis,dan bersifat antibakteri,
  5. diallyl sulfida dan prophyl allyl sulfida yang bersifat trombolik dan penghancur gumpalan darah. Senyawa ini juga diduga bersifat antelmintika, dan methilalil trisulfida yang dapat mencegah terjadinya perlengketan sel darah merah 
Bakteri Salmonella pullorum atau sejenisnya dan cacing Ascaridia Galli menyebabkan peradangan atau infeksi pada sistem pencernaan ayam terutama usus yang berfungsi menyerap sari-sari makanan. Peradangan ini menyebabkan diare pada ayam yang berujung pada menurunnya bobot ayam.  Untuk mengobati penyakit diare yang disebabkan oleh bakteri atau cacing ini dibutuhkan antibiotik. Berikut ini adalah pemaparan mengenai antibiotik alami dengan menggunakan bawang putih.

Berdasarkan kandungan yang berada dalam bawang putih, baik sebagai anti bakteri, antiseptik terhadap luka khususnya peradangan pada usus sangat cocok diberikan pada ayam yang mengalami diare sebagai antibiotik alami.

Pemberian bawang putih pada ayam peternakan yang diare dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
  1. Pemberian potongan bawang putih pada ayam secara manual. Bawang putih dikupas dari kulitnya kemudian dipotong kecil-kecil, selanjutnya disuapkan pada ayam yang diare.
  2. Membuat serbuk bawang putih yang selanjutnya dijadikan tambahan komposisi ransum ayam.
Serbuk bawang putih diperoleh melalui beberapa proses, mula-mula dilakukan
pengupasan kulit luar lalu diris-iris tipis. Irisan bawang putih dijemur yang sebelumnya telah dilapisi plastik hitam tipis untuk kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Kunyit dan bawang putih yang telah kering, lalu digiling untuk dibuat serbuk dengan mesin grinder. Kemudian dilakukan pengayakan, untuk memisahkan bahan padatan dan hanya yang berukuran kecil yang akan lolos. Serbuk ini kemudian ditambahkan pada komposisi ransum ayam, baik itu ayam broiler, layer, ataupun ayam kampung.

Bawang putih merupakan antibiotik alami yang bersifat antimikroba baik itu bakteri ataupun cacing dengan kandungan-kandungan aktif pada bawang seperti  allicin, skordinin, alliil , saponin , diallyl sulfida dan prophyl allyl sulfide, dan methilalil trisulfida.Selain sebagai antibiotik pada ayam yang diare, bawang putih dapat mengurangi kolestrol pada ayam sehingga ayam yang diternakan sehat dan memenuhi kebutuhan konsumen sebagai penyedia protein dan lemak hewani.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar